Pages

 

Senin, 01 Januari 2018

Modifikasi Dinamo Kipas Angin Menjadi Gerinda Duduk

5 komentar
Tidak semuanya  barang bekas atau yang sudah tak layak pakai menjadi sampah. Ada kalanya beberapa komponen masih dapat kita manfaatkan menjadi barang atau benda yang berguna atau memiliki manfaat yang baru.

Pada artikel ini kita akan memodifikasi motor atau dinamo bekas kipas angin menjadi sebuah gerinda duduk dengan fungsi sebagaimana gerinda duduk pada umumnya, namun karena kita menggunakan motor bekas kipas angin tentunya ada kekurangan pada hasil akhirnya yaitu kecepatan putaran dan torsi yang kurang kuat, namun masih dapat digunakan untuk pekerjaan yang ringan-ringan.


ochid85
Langkah pertama yaitu kita menyiapkan motor dengan menjumper langsung pada posisi high speed karena kita akan menggunakan putaran maksimal pada motor. Siapkan material potongan pipa PVC ukuran 4 inchi atau kalian juga bisa menggunakan ukuran yang lebih kecil, siapkan juga akrilik/mika untuk penyangga pipa PVC.





Buat lingkaran sesuai dengan ukuran diameter dalam pipa PVC yang  kita pakai dengan mengunakan jangka, ukuran dilebihkan 1-1,5 mm gunanya uktuk proses balancing nanti, kemudian lubangi titik tengah akrilik sesuai dengan diameter lubang ulir pada tutup as motor kipas.














Setelan kita mendapatkan titik tengah berikan lem pada tutup as kipas dan diperkuat dengan lem lilin (glue stick), ampelas permukaan diameter luar akrilik atau gerinda bagian yang tidak rata agar proses balancing tidak terlalu lama.







Setelah semua proses diatas dikerjakan dan tidak ada kesalahan kita lanjutkan dengan balancing akrilik dengan cara mengikis permukaan diameter luar pada akrilik tersebut dengan menggunakan pahat atau kalian juga bisa menggunakan pisau atau benda tajam lainnya. Pasang akrilik yang sudah terpasang tutup as kipas pada motor kemudian letakkan pada ragum atau kalian sudah membuat dudukan atau kaki penyangga motor colokkan steker pada stop kontak dan lakukan proses penyayatan tersebut secara perlahan dan bertahap, karena diproses ini selain proses penyayatan juga sekaligus penyesuaian diameter akrilik dengan diameter dalam pipa PVC.


Setelah proses penyayatan selesai dan didapatkan ukuran diameter yang sama langkah selanjutnya yaitu memasukkan potongan pipa PVC tadi ke akrilik tersebut, pastikan masuknya pipa ke akrilik tidak terlalu sempit atau juga tidak longgar karena akan menyulitkan proses balancing putaran pipa PVC, untuk itu pada proses penyayatan akrilik harus dilakukan dengan hati-hati dan bertahap sembari mengecek diameter sudah didapatkan atau belum dengan cara menyocokkan pipa dengan akrilik.



Cari putaran se balance mungkin, dengan cara memutar pipa PVC yang sudah terpasang tadi sembari dilihat kekurangan dan kelebihan dalam mencari putaran yang mulus dan tidak ada lendutan atau putaran oleng. Setelah kita pastikan putaran tersebut sudah didapat berikan lem pada akrilik, bisa menggunakan lem super atau glue stick.

Seandainya pipa terlalu lebar kurangi ukurannya atau kalian sesuaikan dengan selera atau sesuaikan dengan potongan kertas amplas. oh..iya..gunakan kertas amplas yang roll beli saja di toko material atau bahan bangunan, jangan menggunakan kertas amplas lembaran karena khawatir ketika kertas sobek akan terpental, beda halnya amplas roll yang menggunakan serai kain sehingga cenderung lebih aman dan awet. untuk ukuran tingkat kekasaran bisa kalian tentukan sendiri disini tidak ada patokan harus menggunakan amplas dengan grid tertentu.






Untuk pemasangan amplas pada pipa kita gunakan double tape, pasang mengelilingi pipa, letakkan amplas yang sudah kita siapkan tadi dengan panjang mengikuti keliling pipa PVC dan dilebihkan sekitar 10 mm untuk sambungan nanti (lihat gambar diatas).



Perlu diperhatikan untuk sambungan ujung amplas perhatikan arah putaran gerinda yang kita buat, karena salah penempatan resiko kertas amplas akan terlempar akan besar, untuk itu kita harus sedikit jeli dan waspada (lihat gambar diatas untuk ujung akhir gulungan amplas).





Berikan lem untuk sambungan yang sebelumnya kita buang terlebih dahulu pasir amplasnya dengan digerinda agar lem merekat sempurna dan begitu juga dengan sambungannya, satukan ujung sambungan dan pastikan sambungan kuat agar amplas tidak mudah terlepas ketika motor berputar, sampai disini proses sudah selesai dan gerinda buatan kita sudah bisa digunakan.

Terima kasih sudah berkunjung semoga bermanfaat, pesan dari penulis untuk senantiasa berhati-hati gunakan alat keselamatan kerja, selamat berkarya....(untuk video tutorial bisa kalian lihat di video yang saya upload ).







Read more...

Sabtu, 30 Desember 2017

Rangkaian Lampu Emergency Menyala Otomatis Dengan Menggunakan Relay

11 komentar
Listrik memang sudah menjadi kebutuhan vital bagi umat manusia terlebih lagi setelah terciptanya peralatan elektronik, sebagai contoh untuk kebutuhan penerangan yang pada zaman dahulu menggunakan lampu "teplok"  kini beralih ke lampu listrik baik itu lampu pijar, TL, bahkan yang terbaru yaitu LED dengan adanya penerangan lampu listrik memudahkan aktifitas yang dilakukan pada waktu gelap atau malam hari. Tapi terkadang kendala kerap kali terjadi mulai dari korsleting sampai adanya pemadaman listrik dari PLN, terlebih lagi pemadaman yang terjadi kala malam hari, itu terkadang yang membuat aktifitas terganggu dengan masalah penerangan. Pada artikel kali ini saya akan berbagi sedikit info yaitu membuat lampu emergency dengan menggunakan bahan dan material yang mungkin sering kita jumpai dan sebagai saklar otomatisnya akan kita gunakan relay. Adapun bahan-bahan yang kita butuhkan yaitu:



1. Relay 220 volt
2. Beberapa saklar
3. Aki/Baterai
4. Trafo 12 volt 1 amper
5. Dioda 3 amper 4 buah
6. Fitting inverter 12 volt
7. Lampu LED 18 watt
8. Beberapa helai kabel
9. lampu LED kecil dan R 500 ohm


Langkah perakitan:

1. Rangkaian unit charger untuk pengisian aki atau baterai

Rangkaian dioda full wave


   Rangkaian ini berfungsi untuk mengisi ulang batere ketika listrik PLN menyala dan dibuat dengan funsi manual artinya kita sendiri yang memprediksi lamanya waktu pengisian ulang dengan menggunakan saklar sebagai kontrol on dan off nya. 

2. Full wiring

Skema rangkaian lampu emergency dengan relay
    Seperti skema rangkaian di atas sangat mudah untuk diikuti karena tidak menggunakan komponen yang spesial semua bahan dengan mudah bisa kita dapatkan di toko elektronik, hanya tinggal kebutuhan kita saja dimana titik yang akan kita beri penerangan.

3. Pemasangan kabel pada relay




    Untuk pemasangan kabel pada relay kita gunakan jalur NC (normaly close), artinya ketika koil relay diberi arus 220 volt jalur NC akan membuka artinya koneksi akan terputus, begitu koil relay tidak diberi arus maka fungsi NC akan menutup disinilah nantinya posisi ketika PLN mati dimana jalur NC untuk menghubungkan arus dari aki/baterai ke lampu.


Skema relay














Untuk koneksi NC bisa kita hubungkan antara 1 dan 9 atau bisa juga antara 4 dan 12, seperti pada gambar diatas. Untuk instalasi dan pamakaian lampu penerangan tinggal di sesuaikan dengan kebutuhan, rangkaian diatas bisa digunakan untuk penggunaan lampu lebih banyak lagi hanya tinggal pemasangannnya bisa dipararel atau menggunakan saklar untuk tiap-tiap lampunya. Untuk  video perakitan bisa kalian lihat di video ini. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. 




   
Read more...
 
ochid85 © 2017