Pages

 
Tampilkan postingan dengan label SOLENOIDE WALVE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOLENOIDE WALVE. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Oktober 2020

0 komentar

KERAN OTOMATIS TANDON AIR 

DENGAN MENGGUNAKAN SOLENOID VALVE 


Penggunaan solenoid valve sudah banyak sekali kita temukan, terutama pada dunia industri dan penggunaan mesin denga sistem automasi. Pada tulisan kali ini mimin akan memberikan cara membuat keran otomatis dengan menggunakan solenoid valve untuk tandon/toren air, sebelum itu agar paham cara kerja solenoid valve kita bahas sedikit. Solenoid Valve atau katup listrik merupakan elemen control yang paling sering digunakan dalam suatu aliran fluida. Tugas mereka adalah untuk shut off, release, mengalirkan atau mencampurkan fluida. Mereka ditemukan di banyak area aplikasi dunia industry seperti Oil & Gas, steam, petrokimia, pengolahan limbah,  dan sebagainyaSolenoid Valve bekerja secara electromechanically dimana mereka mempunyai kumparan (coil) sebagai penggeraknya. Ketika kumparan tersebut mendapatkan supply tegangan (AC atau DC) maka kumparan tersebut akan berubah menjadi medan magnet sehingga menggerakkan piston (plunger)  yang berada di dalamnya.

Solenoid Valve akan bekerja bila kumparan (coil) mendapatkan supply energy listrik maka kumparan tersebut akan berubah menjadi medan magnet sehingga menggerakkan piston (plunger) yang ada di dalamnya. Ketika piston tertarik ke atas maka fluida akan mengalir dari inlet port menuju outlet port. Ada dua jenis solenoid yang ada dipasaran yaitu type Normally Open (NO) dan Normally Close (NC). Type Normally Open (NO) yaitu ketika solenoid dalam keadaan tidak teraliri arus maka posisi piston terangkat sehingga memungkinkan fluida atau cairan akan mengalir dan ketika solenoid diberikan arus maka piston akan menutup dan menghentikan aliran, untuk Normally Close yaitu kebalikannya.


Ilustrasi di bawah ini menggambarkan komponen dasar dari sebuah solenoid valve.

Keterangan:

  1. Valve Body
  2. Inlet Port
  3. Outlet Port
  4. Coil (kumparan)
  5. Coil Windings
  6. Kabel supply tegangan
  7. Piston (Plunger)
  8. Spring
  9. Orifice

Nah...sekarang sudah paham kan prinsip kerja solenoid valve, sekarang kita akan melanjutkan pembahasan sesuai judul, oke langsung ke material yang diperlukan yaitu:


Jadi berdasarkan skema di atas kita membutuhkan solenoide valve yang saya pakai yaitu dengan coil AC/DC 12 volt, tujuannya apa yaitu demi keselamatan dan faktor keamanan, karena tegangan 12 relatif aman seandainya ada kebocoran arus dan mengalir ke aliran air maka saya putuskan coil dengan tegangan 12 volt, selanjutnya yang kita persiapkan yaitu adaptor atau power supply 12 volt dan float switch atau kebanyakan sering disebut "radar" serta beberapa metar kabel untuk konek ke aliran PLN,mungkin itu saja kebutuhan material yang harus kita persiapkan, oya utuk type solenoidnya saya gunakan type Normally Close (NC). Terimakasih sudah mampir ke blog aku selamat mencoba...



Read more...
 
ochid85 © 2017